Sukmiati Nurul Islamiah WordPress.com site

Sejarah Sumedang (1)

KERAJAAN SUMEDANG LARANG

Kerajaan Sumedang Larang adalah salahsatu dari berbagai kerajaan Sunda yang ada di Prov. Jawa Barat,Indonesia.Meski tersimpul nama “Sumedang”namun tidak berarti bahwa Sumedang Larang sama dengan atau serupa dengan Sumedang.Sumedang Larang adalah nama suatu kerajaan,sedangkan Sumedang adalah nama negara induk,suatu kabupatian inti kerajaan Sumedang Larang.Jadi,kerajaan Sumedang Larang mencakup Pamanukan,Indramayu,Sukapura,Bandung,Parakan Muncang,dsb. Pada abad ke-16 zaman jayanya kerajaan Pakuan Pajajaran,Sumedang Larang merupakan kerajaan daerah atau kerajaan bawahan.Kemudian -+1575 menjadi kerajaan yang merdeka secara “de facto”karena kekuasaan kerajaan Pajajaran sudah tidak nampak lagi di Sumedang Larang.

Asal Mula Nama

Mulanya kerajaan ini merupakan padepokan Tembong Agung(Tembong=nampak; Agung=luhur)yang didirikan Sanghyang Resi Agung(Aria Bima Raksa) di kampung Muahara,Leuwihideung,Darmaraja.Di sinilah beliau mempersiapkan Adji Putih,puteranya untuk menjadi pemimpin yang tangguh.

Kehadiran padepokan Tembong Agung dapat mendorong terhadap perkembangan keagamaan&kebudayaan,secara perlahan padepokan tersebut menjadi pusat penyebaran agama&budaya Sunda.Dalam perkembangannya menjadi kerajaan Tembong Agung,didirikan oleh Prabu Guru Adji Putih pada saat purnama bulan Muharram,dengan menobatkan Adji Putih sebagai pemangku kerajaan Tembong Agung(pada abad ke-XII).
Beliau menikah dengan Dewi Nawang Wulan(keturunan kerajaan Galuh)dan dikaruniai 4 putera,yaitu:Bratakusumah,Sokawayana,Harisdarma dan Langlangbuana.

Ketika Bratakusumah disuruh ayahnya bertapa di gunung Nurmala selama 21 hari 21 malam,pada malam ke-21 beliau melihat segumpal sinar turun ke bumi,berputar-putar di atas gunung,menukik di sekitar pertapaan.Gumpalan sinar menyembur ke setiap arah hingga pertapaan terang benderang.Bratakusumah berkata pada pengawalnya:”insun medangan larang tapa”(aku melihat cahaya terang benderang di petapaan).
Pada hari k-21,Bratakusumah dipanggil ayahnya dan pada saat terang bulan dinobatkan menjadi Pemangku Kerajaan Tembong Agung dengan gelar Prabu Tadjimalela.
Beliau mengganti nama kerajaan menjadi Sudang Larang(dari kata insun medangan larang tapa) yang akhirnya hingga kini pengucapannya menjadi Sumedang.

Pada acara haol para ulama/sesepuh Kaum,SMD tahun 2006,
KH.Muhyiddin AQA MA berkata bahwa Sumedang berasal dari kata”shomadan”(salahsatu asmaul husna),artinya yang dibutuhkan(tempat meminta).

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: