Sukmiati Nurul Islamiah WordPress.com site

MARHABAN YA RAMADHAN…..

Alhamdulillaahi robbil ‘alamiin… Puji syukur kehadirat Alloh swt yang telah memberi kita kesempatan menuju gerbang bulan suci Ramadhan setelah sebelumnya kita melewati berbagai bulan, tiga diantaranya merupakan asyhurul harom, yakni bulan Muharam, Rajab dan Sya’ban. Dan kini asyhurul harom keempat, bulan suci Ramadhan sudah di depan mata. Sudah sepatutnya kita bergembira, bersuka cita untuk menyambutnya dan semoga kita diberi keikhlasan dan kekuatan menjalankan kewajiban puasa Ramadhan hingga ke penghujungnya. Alloh swt berfirman (yang artinya wallohu a’lam):”Katakanlah (wahai Muhammad) dengan datangnya anugerah Alloh dan rahmatNYa, maka dengan itu hendaknya mereka bergembira” (QS. Yunus:58) Rosululloh saw bersabda (yang artinya wallohu a’lam): “Barangsiapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Alloh mengharamkan jasadnya (orang yang bergembira tersebut) ke dalam neraka.”
Beliau saw juga bersabda (yang artinya wallohu a’lam):”Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan menjaganya dengan segenap kemampuannya, maka diampunilah seluruh dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhori-Muslim)

Bulan Ramadhan juga adalah bulan yang penuh berkah dan maghfiroh, didalamnya terdapat satu malam yang lebih mulia dan utama daripada seribu bulan, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya dan dilimpahkannya rizki bagi orang-orang yang beriman. Diriwayatkan oleh Salman bahwa Rosululloh saw menyampaikan ceramahnya kepada kami dihari terakhir bulan sya’ban: “Wahai para manusia sekalian, telah menyelimuti kalian bulan agung yang penuh keberkahan, bulan yang padanya suatu malam yang lebih mulia dari seribu bulan, Alloh menjadikan puasa dibulan ini merupakan hal yang fardhu (wajib), dan menjadikan qiyam (tarawih) merupakan hal yang sunnah, barangsiapa yang beribadah dengan satu macam kebaikan maka sama saja pahalanya dengan menjalankan ibadah yang fardhu, barangsiapa yang beribadah dengan hal yang fardhu, maka seakan-akan ia telah mengerjakan 70x hal fardhu tersebut. Inilah (Ramadhan) merupakan bulan kesabaran dan balasan atas kesabaran adalah surga. Inilah bulan kita saling membantu satu sama lain. Inilah bulan dimana Alloh melimpahkan rizkiNYa bagi orang mukmin.” (HR Imam Ibn Khuzaimah dalam shahihnya).
Bersabda Nabi saw (yang artinya wallohu a’lam):”Tatkala tiba malam pertama bulan Ramadhan, Alloh swt berfirman:”Siapa yang mencintaiku, maka aku mencintainya, siapa yang mencariku, maka aku mencarinya dan siap

a yang memohon ampunanku, maka aku mengampuninya karena kemuliaan bulan Ramadhan”. Kemudian Alloh memerintahkan malaikat kiromal katibin pada bulan Ramadhan untuk menuliskan kebaikan-kebaikan mereka (orang yang mencintai, mencari dan memohon ampunan Alloh) dan tidak menuliskan keburukan-keburukannya. Dan Alloh ta’ala menghapus semua dosa-dosa mereka yang telah lalu.”

Diriwayatkan bahwasannya suhuf Nabi Ibrohim as diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan, Taurat pada malam keenam Ramadhan, 700 tahun setelah diturunkannya suhuf Nabi Ibrohim as, Zabur diturunkan pada malam ke dua belas bulan Ramadhan, 500 tahun setelah diturunkannya Taurat, dan Injil diturunkan pada malam ke delapan belas Ramadhan, 1200 tahun setelah diturunkannya Zabur. Sementara Al Qur’an diturunkan pada malam 17 Ramadhan, 620 tahun setelah diturunkannya Injil. Maka dari itu, setiap tanggal 17 Ramadhan disebut dan diperingati malam nuzulul Qur’an, yakni malam diturunkannya Al Qur’an.
Dari Ibn Abbas rodliyallohu anhuma bahwasannya beliau berkata: “Aku mendengar Rosululloh saw bersabda: ((Seandainya umatku mengetahui keutamaan-keutamaan yang ada pada bulan Ramadhan, niscaya mereka menginginkan bahwasannya seluruh tahun itu hanyalah bulan Ramadhan saja)). Karena sesungguhnya kebaikan pada bulan Ramadhan dikumpulkan, ketaatan diterima, do’a-do’a dikabulkan, dosa-dosa diampuni dan surga merindukan mereka (umat Muhammad saw).”
Dari Hafsh al Kabir bahwasannya beliau berkata: “Berkata Dawud Ath-Thoiy: “Aku tertidur pada malam pertama bulan Ramadhan, kemudian aku bermimpi melihat surga, seakan-akan aku duduk di pinggir sungai yang terbuat dari permata dan yaqut. Tiba-tiba aku melihat perempuan-perempuan surga seakan-akan matahari, wajahnya berseri nam bercahaya. Aku berkata: “Laa ilaaha illallooh muhammadun rosululloh”, kemudian mereka berkata: “laa ilaaha illalloh muhammadun rosululloh, kami diperuntukan mereka yang memuji Alloh, mereka yang berpuasa, mereka yang ruku’ dan bersujud pada bulan Ramadhan.” Oleh sebab itulah Nabi saw bersabda (yang artinya wallohu a’lam):”Surga itu merindukan empat golongan: 1. orang-orang yang senantiasa membaca Al Qur’an, 2. orang-orang yang senantiasa menjaga lisan, 3. orang-orang yang senantiasa memberi makan kepada yang kelaparan dan 4. orang-orang yang senantiasa berpuasa pada bulan Ramadhan”
Tentu saja kita kaum muslimin walmuslimat menghendaki dirindukan oleh surga, karenanya dalam bulan Ramadhan ini, kita dituntut tidak hanya berpuasa, tapi juga menjalankan ibadah-ibadah sunnah lainnya, seperti memperbanyak qiyamul lalil, tadarus Al Qur’an, sedekah dan silaturahmi. Selain itu, memperbanyak taubat dan mengkodlo sholat fardhu yang telah ditinggalkan ketika sebelum tibanya Ramadhan. Dihikayatkan ada seorang laki-laki bernama Muhammad (bukan kanjeng nabi saw) sepanjang hidupnya tak pernah sholat sama sekali. Ketika Ramadhan tiba, dia menghias dirinya dengan pakaian yang bagus dan wangi serta mengerjakan sholat dan mengkodlo setiap sholat yang telah ditinggalkannya. Maka ditanyalah dia: “Kenapa kau mengerjakan itu semua?” Jawabnya:”Ini adalah bulan taubat, rohmat dan berkah. Semoga saja Alloh mengampuniku atas karuniaNYa.” Tak lama kemudian, laki-laki tersebut meninggal dunia dan terimpikan pada suatu malam bahwasannya dia ditanya:”Apa yang Alloh kerjakan padamu?” Diapun menjawab:”Alloh telah mengampuniku karena memuliakan pengagunganku terhadap bulan Ramadhan.”
Nabi sawa bersabda (yang artinya wallohu a’lam): “Barangsiapa yang mendirikan Ramadhan (mengerjakan sholat malam) dengan iman dan ikhlas karena Alloh maka diampuni dosanya yang telah lalu.”(HR.Bukhori). Maka dari itu, seyogyanyalah kita mengisi malam-malam Ramadhan itu dengan berbagai macam ibadah, seperti sholat tarawih baik secara munfarid maupun berjama’ah (namun akan lebih baik apabila berjama’ah), karena selain memang dianjurkan, tarawih juga mengandung banyak keutamaan, yang insya alloh mengenai keutamaan-keutamaan shalat tarawìh ini akan dipostkan pada postingan berikutnya.

Hal yang tidak kalah penting juga bagi kita dalam rangka mengisi bulan Ramadhan ini adalah mendengarkan nasihat-nasihat agama. Dengan sering mengunjungi majelis ilmu, terlebih pada bulan Ramadhan, maka Alloh akan melipatgandakan pahala dari tiap langkah kita seperti pahala beribadah satu tahun, sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik ra bahwasannya Nabi saw bersabda (yang artinya wallohu a’lam): “Barangsiapa yang hadir ke majelis ilmu pada bulan Ramadhan maka Alloh ta’ala menuliskan baginya dari setiap langkahnya ibadah satu tahun dan kelak akan bersamaku (Nabi) dibawah naungan arasy, dan barangsiapa yang mendawamkan sholat berjama’ah pada bulan Ramadhan maka Alloh ta’ala akan memberinya dari setiap roka’at kota yang dipenuhi oleh kenikmatan Alloh ta’ala, dan barangsiapa yang berbuat baik kepada orangtuanya pada bulan Ramadhan, maka dia akan melihat Alloh ta’ala disertai rahmatNya, dan aku yang menjadi pe
nanggung jawab di surga, dan tidaklah perempuan yang mencari ridlo suaminya pada bulan Ramadhan, melainkan baginya pahala Siti Mariyam dan Siti Asiyah dan barang siapa yang memenuhi hajat saudaranya yang muslim pada bulan Ramadhan, maka Alloh memenuhi seribu yang menjadi hajatnya (orang yang memenuhi hajat saudaranya) kelak di yaumil kiyamah.”
Dari Abu Huroiroh ra bahwasannya Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang memasang lampu (menerangi) di masjid dari masjid-masjidnya Alloh ta’ala pada bulan Ramadhan, maka adalah baginya cahaya pada kuburnya dan dituliskan baginya pahala orang-orang yang sholat di masjid tersebut dan memohonkan ampunan baginya segenap malaikat, memohonkan ampunan pula baginya segenap malaikat hamalatul arsy selama lampu-lampu (penerangan) tersebut ada di masjid.”

Sedekah di bulan Ramadhan yang paling mudah dan juga besar pahalanya adalah menjamu orang lain berbuka puasa, sebagaimana sabda Rosul saw (yang artinya wallohu a’lam): “Barangsiapa yang menyediakan buka puasa bagi yang berpuasa di bulan Ramadhan, maka diampuni seluruh dosanya dan kebebasan baginya dari api neraka dan ia mendapatkan pahala puasa tersebut.”(HR Ibn Khuzaimah dalam shahihnya).
“Barangsiapa yang menyediakan buka puasa bagi orang yang berpuasa Ramadhan dengan makanan dan minuman yang halal, maka akan bersholawatlah para malaikat baginya sepanjang waktu Ramadhan dan akan bersholawatlah padanya malaikat Jibril dimalam lailatul qodar.” (HR Imam Thobroni).

Demikianlah sekelumit kecil keutamaan-keutamaan bulan suci Ramadhan yang mana semoga saja kita dapat meraihnya. Untuk itu, demi meraih kurnia dan rahmat Alloh melalui kemuliaan bulan Ramadhan, sudah sepatutnya kita juga menjaga diri dari hal-hal yang dapat menghalangi kita dari kemuliaan Ramadhan tersebut, diantaranya (seperti yang diwasiatkan al habib Umar bin Hafiz):
– Menjaga lidah
kita dari
berdusta dan
menjaga pula
perbuatan kita
dari kedustaan
dan penipuan,
ucapan-ucapan buruk dan
perbuatan
buruk
– Menjaga dari
buka puasa
dengan
makanan
haram dan
syubhat
– Menjaga diri
dari perbuatan
yang
menjatuhkan
pahala puasa
seperti
memandang
aurat yang
bukan
muhrimnya
– Menjaga diri
dari berdusta
dan
membicarakan
aib orang lain
– Menjaga diri
dari
memutuskan
hubungan
silaturahmi
– Menjaga diri
dari minum
arak, ganja dan
narkotika
– Menjaga dari
dengki dan
kebencian
terhadap
sesama muslimin dan dari
berbuat
durhaka pada
keaua orang
tua.

Dan kita juga harus berhati-hati dari berbuka puasa tanpa sebab yang jelas, sabda Rosul saw (yang artinya wallohu a’lam): “Barangsiapa yang berbuka dihari Ramadhan tanpa sebab sakit, atau safar atau udzur syar’i lainnya, maka tiadalah ia akan bìsa membayarnya walaupun ia berpuasa sepanjang masa.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibn Maajah, Ibn Khuzaimah dan Imam Baihaqiy). Sebab itu, kita mesti berhati-hati dalam menjaga puasa, terutama ketika menjelang berbuka. Janganlah kita berbuka sebelum yakin akan telah tiba waktunya, karena sunnah untuk bersegera dalam buka puasa adalah setelah yakin sepenuhnya telah masuk waktu berbuka puasa.

Semoga Alloh swt membimbing kita dalam mengisi bulan suci Ramadhan ini.

Wallohu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: